Sejarah Panjang Sulawesi Tenggara dari Masa Kesultanan hingga Provinsi Otonom

Sejarah Panjang Sulawesi Tenggara dari Masa Kesultanan hingga Provinsi Otonom
KENDARI, LELEMUKU.COM – Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menjadi Daerah Otonom Tingkat I pada 27 April 1964 berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1964 juncto Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964, dengan ibu kota di Kecamatan Kendari. Sebelumnya, wilayah ini merupakan Onderafdeling Boeton Laiwoi dengan pusat pemerintahan di Bau-Bau.

Pada masa Kesultanan dan Kerajaan Nusantara, wilayah ini terdiri dari Afdeling Boeton, Afdeling Muna, dan Afdeling Laiwui. Status Onderafdeling diberikan pemerintah Hindia Belanda kepada daerah-daerah yang memiliki kekuasaan asli dan kedaulatan yang dihormati. Melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959, Kabupaten Sulawesi Tenggara dimekarkan menjadi empat kabupaten yaitu Buton, Kendari, Kolaka, dan Muna.

Realisasi pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dilakukan pada 27 April 1964 saat serah terima wilayah dari Gubernur Sulawesi Selatan-Tenggara Kolonel Inf A.A. Rifai kepada Pejabat Gubernur J. Wajong. Tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahun sebagai hari lahir provinsi ini.

Saat ini Sulawesi Tenggara dipimpin Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua yang dilantik pada 20 Februari 2025. Provinsi ini memiliki 15 kabupaten dan 2 kota dengan kekayaan alam serta budaya yang melimpah. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya